Sepak Terjang Baba Rafi Meluas ke India

 



Perkembangan bisnis Baba Rafi sudah tidak diragukan lagi karena saat ini Kebab Turki Baba Rafi sudah melebarkan sayapnya hingga ada di 10 negara. Sebelum mendalami kabar ekspansi Kebab Turki Baba Rafi yuk mari kita simak kisah singkat perjalanan Kebab Turki Baba Rafi ini. 

Sejarah Singkat Kebab Turki Baba Rafi

Hendy Setiono mendirikan Kebab Turki Baba Rafi pada tahun 2003. Beliau memulainya di Jalan Nginden Semolo, Surabaya, Indonesia. Modal pertama yang ia keluarkan adalah 4 juta rupiah dengan meminjam kepada adik perempuannya. 

2 tahun kemudian, Kebab Turki Baba Rafi (KTBR) berkembang pesat dan menjadi PT Baba Rafi Indonesia dan mulai memfranchisekan bisnis kebab ini. Tim Baba Rafi memiliki ambisi untuk menjadi pemain global bagi salah satu makanan cepat saji yang paling populer di seluruh dunia. 

Ekspansi terus dilakukan hingga dapat membuka berbagai cabang internasional di Filipina dan Malaysia tahun 2012. Disusul Srilanka pada tahun berikutnya, lalu China (Yiwu, Hangzhou, dan Shanghai) pada 2014, Belanda pada tahun 2015, dan menyusul Singapura, Brunei Darussalam, dan negara-negara lainnya. 

Saat ini KTBR memiliki lebih dari 1300 outlet di seluruh Indonesia dan 68 outlet di 9 negara lainnya. Penghargaan oleh organisasi bergengsi di seluruh dunia pun telah didapatkan.

Barangkali teman-teman ingin membaca versi lebih lengkapnya bisa langsung mengunjungi https://www.babarafi.com/history

Nah sekarang kita mendalami KBTR yang akan melebarkan sayapnya ke India yuk!

CEO dan Founder Baba Rafi Group, Hendy Setiono mengatakan, sejatinya ekspansi India direalisasikan pertengahan tahun 2020. Namun, dengan merebaknya kasus Covid-19, agenda ini baru bisa terealisasi Desember. 

Alasan Hendy memilih India sebagai negara ke-10 nya adalah karena alasan demografi sehingga menjadi pasar yang sangat besar untuk bisnis makanan. Karakteristik demografinya pun hampir mirip dengan negara Indonesia. Maka dari itu Hendy optimis Kebab Turki Baba Rafi ini dapat berkembang pesat di sana. 

Dikutip dari katadata.co.id Partner Baba Rafi di India, Suman Mondal berencana membuka outlet perdana Baba Rafi di kota Kolkata. "Kami harap ini bisa menjadi brand kebab terbesar di India dengan membuka lebih banyak outlet tidak hanya di kota besar, tapi juga kota-kota berkembang di sekitar,” kata Suman. Dengan pengalaman ekspansi sebelumnya di ASEAN seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Bangladesh, kuliner kebab banyak disukai di negara berpenduduk besar. Dengan penduduk India yang mencapai 1 miliar jiwa, membuka 100 outlet menurutnya angka yang kecil. Jika memungkinkan penambahan 1.000 outlet bisa saja dilakukan.  

Penyesuaian cita rasa dengan negara India

Tentu saja dalam melakukan ekspansi internasional diperlukan adanya beberapa penyesuaian. Diluar dari penyesuaian SOP dan aturan/legalitasnya, perlu dipertimbangkan juga dalam pemilihan saus/bumbu serta bahan baku. Kebab Turki Baba Rafi di Indonesia pada dasarnya menggunakan bahan baku daging ayam/sapi dapat diganti menjadi daging kambing agar menyesuaikan dengan kultur di sana. 

Hendy menargetkan Baba Rafi Group menjadi salah satu pemain jaringan waralaba kebab terbesar dunia

Menurut Euromonitor International, kebab menempati urutan ke empat pasar makanan cepat saji paling digemari setelah burger, ayam goreng tepung, roti atau pizza. Sehingga potensi bisnis ini berkembang sangat besar. 

Apa pembelajaran yang bisa teman-teman petik dari ekspansi bisnis kebab yang sudah menapaki 10 titik negara?

Semoga bisnis yang sedang teman-teman jalani bisa menjadi sesukses Baba Rafi Group atau bahkan bisa lebih :)


Referensi:

https://www.babarafi.com/history

https://katadata.co.id/ekarina/brand/5fd867b923e57/kebab-turki-baba-rafi-bidik-pasar-india-dengan-buka-100-gerai?utm_source=Direct&utm_medium=Tags%20Bisnis%20Kuliner&utm_campaign=Indeks%20Pos%202









Comments