Kolaborasi Ciamik Nyapii xx Dikebab_In

 Pada era globalisasi seperti saat ini, sudah tidak jaman lagi kita saling sikut menyikut dan terus berkutat memikirkan strategi kompetisi, tetapi juga pandai-pandai melihat peluang berkolaborasi. 


Memangnya bisnis kuliner bisa berkolaborasi? 

Jawabannya, SANGAT BISA!

Buat temen-temen yang bingung bagaimana maksud dari kolaborasi itu, yuk kita intip kolaborasi dari usaha kuliner Nyapii.id dengan dikebab_in 

Sumber gambar : Instagram.com/nyapii.id

Menu baru kolaborasi antara kebab khas Timur Tengah dengan menggunakan daging Se'i Sapi khas Nusantara. 
Dengan bahan isian dari kebab yang merupakan daging dan produk yang ditawarkan oleh nyapii berupa daging sapi, lahirlah kolaborasi yang ciamik ini dengan tagline Nyapii in a wrap. 

Kolaborasi ini menjadi diferensiasi menu dari nyapii dan inovasi rasa baru dari dikebab_in. Tahukah kalian apa dampak positifnya dari hadirnya kolaborasi ini?

Yup tentu saja perluasan market, dengan adanya kolaborasi antara 2 brand tersebut memungkinkan market nyapii yang jadi konsumen baru dikebab_in dan juga sebaliknya untuk market dikebab_in menjadi konsumen bagi nyapii. 

Kalau kita telisik lebih dalam lagi, sebenarnya nyapii sendiri juga merupakan brand kolaborasi antara Baba Rafi Enterprise dengan Influencer Edho Zell. 

Terbukti kan strategi kolaborasi ini bisa memberikan peluang besar untuk menghasilkan keuntungan bagi kita. Seperti yang dikutip dari halaman Facebook Hendy Setiono, Founder Baba Rafi, “Dalam bisnis perlu adanya sinergi dan kolaborasi. Saat memulai bisnis, tentu belum banyak orang yang mengetahui produk kita. Tapi dengan bekerja sama dengan ‘singa’, bisnis kita yang masih ‘unyu-unyu’ akan ikut terdongkrak,” ujarnya.

Jenis-jenis kolaborasi bisnis yang bisa kamu terapkan

Dasarnya jenis kolaborasi dapat dibagi menjadi 4 jenis yang sering Anda temui, yaitu sebagai berikut :

• Co-Marketing dan Co-Branding

Jenis kolaborasi ini biasanya seringkali menjadi reputasi dan kekuatan pada sebuah merek yang berpengaruh pada tingkat pemasaran. Selain itu juga dapat memperluas pasar dan inovasi baru serta memancing rasa ingin tahu dari para konsumen.

• Co-Producing

Biasanya pada jenis ini perusahaan harus saling melengkapi, satu perusahaan memiliki ide kreatif dan satu perusahaan lain harus memiliki sumber daya produksi. Sehingga adanya kolaborasi ini akan meraup pasar yang sangat luas.

• Co-Distributing

Perusahaan startup yang tidak memliki banyak jalur distribusi dapat berkolaborasi atau bekerjasama dengan perusahaan kecil dari berbagai daerah.

• Co-Funding

Jenis kolaborasi ini berfungsi sebagai penggabungan saham atau penyediaan modal bagi perusahaan yang baru berdiri atau berkembang.

Bagaimana menurut kalian ide kolaborasi untuk bisnis kuliner ini? Maukah kamu mencoba mencari peluang untuk berkolaborasi dengan bisnis kuliner yang lain untuk meningkatkan penjualan? 

Kira-kira kolaborasi siapa lagi ya yang sudah ada dan kalian ketahui? Mungkin boleh disharingkan di kolom komentar agar yang lain bisa melihat dan menjadi referensi juga!

referensi : 

instagram.com/nyapii.id

https://www.harmony.co.id/blog/pentingnya-melakukan-kolaborasi-bisnis-untuk-perkembangan-perusahaan-anda





Comments