Sebelum pandemi COVID-19, pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia yaitu from farm to table. Dengan melihat data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menurun dan berkorelasi dengan daya beli masyarakat juga menurun, maka industri makanan dan minuman perlu melakukan adaptasi supaya ketahanan pangan dan sustainability lebih terasa.
Adaptasi tersebut bisa dengan cara digitalisasi agar produsen, supplier, marketer lebih efisien dalam beroperasi. Konsumsi rumah tangga sebagai motor penggerak Indonesia mengalami kontraksi sebesar 5,51% karena konsumen sangat berhati-hati membelanjakan uang dan behemat di tengah unpredictable condition.
Perubahan pola konsumsi masyarakat yang terjadi antara lain keinginan untuk:
1. Minimal human touch points
Transisi ke home cooking karena konsumen juga ingin membatasi keterpaparan mereka terhadap keramaian. Kondisi ini meningkatkan penjualan bahan pokok memasak, perlengkapan makan, dan makanan pendamping.
2. Healthy eating
Nilai konsumsi makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran dalam pengelolaan kondisi didokumentasikan dengan baik.
3. Food safety
Kekhawatiran seputar keamanan pangan juga menjadi alasan transisi ke home cooking.
4. Fokus pada makanan lokal
Kesadaran yang meningkat tentang keamanan pangan dan keinginan untuk makanan yang lebih bergizi akan meningkatkan permintaan untuk makanan lokal.
Beberapa inovasi pengiriman makanan yang diharapkan diregulasi dengan panduan yang baik yaitu:
1. Menampilkan SuhuTubuh
Platform pengiriman makanan berbagi pembacaan suhu dari kurir, koki dan personel lain yang terlibat dalam membuat dan mengirimkan makanan.
2. Safety Seal
Terjadi peningkatan dalam satu pesanan banyak menu dari merchant yang berbeda. Platform pengiriman menjaga keamanan mitra driver sehingga aman dan nyaman mengantar makanan sehingga pelanggan memperoleh pengalaman menyantap makanan dengan menyenangkan.
3. Contactless Delivery
Platform pengiriman meningkatkan upayanya untuk mengurangi infeksi silang dari virus terutama pengiriman obat, makanan dan pasokan medis lainnya. Beberapa platform pengiriman menggunakan drone dan robot.
Strategi makanan RTE (ready to eat) di masa pandemi agar mampu bertahan, misalnya:
1. Tidak memberlakukan layanan Dine-in
2. Restaurant Favorites at Home: fine dining
Menghadirkan chef professional di rumah untuk mempersiapkan misal threecourse meal dengan peralatan dan bahan makanan yang dibawanya sendiri.
3. Takeaway food & home meal delivery services (pabrik, restaurant, homemade) misal frozen food and ready to cook.
Yuk mari terapkan beberapa tips inovasi di atas pada bisnismu!
referensi: cfns.ugm.ac.id

Comments
Post a Comment