Sudah genap setahun kita mengalami situasi pandemi COVID-19 yang telah membuat segala rutinitas kita harus dilakukan dengan cara dan suasana yang berbeda.
Secara tidak langsung, pandemi ini membuat beberapa hal berubah salah satunya cara memasarkan bisnis atau marketing. Tahun ini menuntut kita untuk beralih ke pemasaran secara online agar bisnis tetap bertahan. Perubahan ini tentunya mengharuskan kita lebih banyak memahami dunia digital marketing.
Apalagi tren marketing yang terus berubah mengikuti situasi. Seperti pandemi ini yang merubah tren marketing dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Yuk mari kita pelajari 5 tren marketing di tahun 2021 ini!
1. Micro Influencer
Semakin kesini semakin banyak influencer bermunculan, ada yang memiliki segmentasi khusus fashion, produk anak, kuliner, dan lain sebagainya. Dampaknya dari influencer sangat besar terhadap pemasaran sebuah brand. Siapa diantara kamu yang membeli barang karena review dari para influencer yang ada di social media? Oleh karena itu, para pebisnis mulai beralih ke penggunaan jasa influencer karena lebih efektif dan mudah. Engagement yang diberikan juga cukup besar.
Melihat banyaknya influencer besar dengan biaya yang mahal, saat ini mulai bertumbuh micro influencer yang memiliki followers 1000 s.d 100.000 orang nih guys! Walaupun jangkauannya lebih kecil, tetapi terbukti lebih memiliki ikatan hubungan yang erat dengan para pengikutnya nih..
Jika kamu ingin memasarkan produk ke audiens yang lebih tertarget, maka micro influencer merupakan pilihan yang tepat nih! Seorang micro influencer juga biasanya erat kaitannya dengan niche tertentu sehingga dapat dengan mudah memilih micro influencer yang sesuai dengan brand kamu.
2. Model Bisnis Berbasis Langganan
Model bisnis berbasis langganan (subscription-based) merupakan model bisnis yang menyediakan layanan berlangganan kepada pelanggan dalam jangka waktu tertentu. Biasanya tersedia selama satu minggu, satu bulan, bahkan satu tahun.
Penawaran menarik pada subscription plan dapat diberikan kepada pelanggan. Salah satu perusahaan yang menggunakan model bisnis ini yaitu Netflix. Hanya dengan berlangganan, pelanggan sudah bisa menonton film dengan nyaman dan jernih.
3. Emotional Branding
Beberapa saat kebelakang brand-brand mulai menggeliatkan praktik soft selling untuk menghindari konsumen yang langsung kabur karena melihat brand yang isinya hanya jualan saja. Ada baiknya kamu membuat konten yang soft selling atau dengan story telling.
Seseorang cenderung mengambil keputusan untuk membeli dipengaruhi perasaan dibandingkan logika. Mulailah membuat konten yang lebih membangun kepercayaan dan hubungan dengan pelangganmu ya gais.
Maka dari itu, emotional branding semakin populer saat ini. Banyak pebisnis membuat konten kreatif dan jujur untuk menyentuh hati pelanggan. Loyalitas dan emosi pelanggan lebih dikedepankan. Bukan hanya sebagai produk namun juga menjadi keberadaan yang penting bagi hidup mereka.
Banyak cara dilakukan oleh perusahaan dalam emotional branding mulai dari memberikan cerita yang inspiratif misalnya dari tokoh penting perusahaan, aspiratif, memberikan pesan bahwa mereka bisa memberikan kehidupan yang lebih baik, membawa kebanggaan lokal, dan lainnya.
4. Update Tren Sosial Media
Sosial media sebagai pilihan utama dalam marketing pada 2021 ini tentunya harus dipantengin nih perkembangannya.
Contoh yang paling terasa di tahun ini yakni TikTok sebagai channel marketing. Sudah banyak influencer yang terjun di TikTok dan banyak audiensnya. Konten di TikTok pun juga dinilai lebih menarik dikarenakan memanfaatkan fitur video dan musik yang lebih kreatif.
Selain itu fitur-fitur seperti Instagram Reels, TikTok, Instagram Stories, dan lainnya bisa kamu manfaatkan.
5.Push Notification
Pernahkah kamu melihat notifikasi seperti ini?Ini adalah browser push notification, yaitu fitur yang berfungsi untuk memberi notifikasi kepada pengguna browser untuk melakukan sesuatu.
Memang terlihat sepele, tetapi jangan kamu remehkan notifikasi seperti ini. Karena pengguna yang mendaftar via browser push notification 2 kali lipat lebih banyak dibandingkan mendaftar via newsletter.
Selain itu, metode ini juga semakin populer di kalangan pelaku bisnis online. 85% e-commerce telah menggunakannya. Jika Anda tertarik, mungkin toko online Anda bisa termasuk ke dalamnya juga.
Jadi tren marketing mana yang akan kamu coba terapkan untuk bisnis mu?



Comments
Post a Comment